Perkuat Manajemen BKK, SMKN 1 Tapin Selatan Laksanakan Studi Tiru ke SMKN 5 Banjarmasin
Vera Arviska | 16 Oktober 2024 | Dibaca 22 kali | DINAS PENDIDIKAN

BANJARMASIN – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bursa kerja dan pengelolaan lulusan, SMK Negeri 1 Tapin Selatan melaksanakan kunjungan studi tiru ke SMK Negeri 5 Banjarmasin pada tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali strategi terbaik dalam pengelolaan Bursa Kerja Khusus (BKK) serta peningkatan capaian Tracer Study.

Rombongan dari SMK Negeri 1 Tapin Selatan dipimpin langsung oleh kepala sekolah beserta tim manajemen, koordinator lingkungan, ketua program keahlian, hingga wakil kepala sekolah. Kedatangan mereka disambut hangat oleh keluarga besar SMK Negeri 5 Banjarmasin yang telah menyiapkan rangkaian acara berbagi praktik baik.

Acara dimulai dengan pembukaan yang khidmat, termasuk doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Foji, S.Pd., guna memohon keberkahan atas pertemuan silaturahmi tersebut. Pertemuan ini juga menjadi momen emosional karena Kepala SMKN 1 Tapin Selatan sebelumnya pernah bertugas di SMKN 5 Banjarmasin.

Dalam sambutannya, Kepala SMKN 5 Banjarmasin menyampaikan rasa bangga atas kunjungan tersebut. Beliau memberikan apresiasi tinggi kepada koleganya dari Tapin Selatan yang disebutnya sebagai salah satu kepala sekolah inspiratif tingkat nasional,.

"Saya sudah 15 tahun menjadi kepala sekolah, namun belum pernah mendapat gelar kepala sekolah inspiratif. Beliau ini luar biasa, baru beberapa bulan menjabat sudah meraih prestasi nasional tersebut," ujar Kepala SMKN 5 Banjarmasin saat memberikan sambutan.

Diskusi dalam studi tiru ini tidak hanya membahas masalah administratif, tetapi juga menyentuh filosofi mendalam mengenai pendidikan kejuruan. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah peran guru sebagai pembangun peradaban bangsa.

Para pendidik diingatkan bahwa pekerjaan mereka bukan sekadar rutinitas untuk mengejar gaji atau sertifikasi. Guru diharapkan memiliki keikhlasan hati dalam mendidik agar setiap persoalan yang dihadapi di sekolah terasa lebih ringan,.

Terkait pengembangan siswa, ditekankan pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill. Pengajaran mata pelajaran seperti matematika tidak hanya soal rumus, tetapi juga tentang memberikan kesadaran diri kepada siswa melalui "rahasia alam" di balik ilmu tersebut.

Pihak SMKN 5 Banjarmasin juga berbagi filosofi "kertas lipat" dalam membentuk karakter siswa. Masalah dan tantangan hidup diibaratkan sebagai lipatan-lipatan yang membuat selembar kertas menjadi lebih kuat untuk menahan beban.

"Semakin banyak ditempa oleh persoalan dan mampu mengatasinya, maka anak itu akan kuat bertahan. Tanpa persoalan, anak akan mudah jatuh saat diberikan sedikit beban," jelas pembicara dalam sesi tersebut.

Agenda utama teknis dalam pertemuan ini adalah pembahasan mengenai kendala Tracer Study yang dihadapi SMKN 1 Tapin Selatan. Saat ini, capaian Tracer Study mereka diakui masih di bawah 50%, tepatnya di angka 53%.

SMKN 1 Tapin Selatan berharap dapat mempelajari trik dan strategi dari SMKN 5 Banjarmasin agar bisa mencapai target 100%. Fokus utama mereka adalah bagaimana membangun kepercayaan (trust) dengan pihak industri serta memastikan keterserapan lulusan.

Pihak SMKN 5 Banjarmasin memaparkan bahwa langkah pertama dalam suksesnya Tracer Study adalah memastikan keakuratan data siswa yang akan lulus. Data yang valid menjadi pondasi utama untuk pelacakan di masa depan.

Langkah kedua adalah melakukan sosialisasi yang intensif sebelum siswa menerima ijazah. Siswa dikumpulkan dalam satu ruangan untuk diberikan bimbingan teknis mengenai tata cara pengisian link Tracer Study agar mereka tidak bingung saat harus merespons nanti.

Untuk memastikan kehadiran siswa dalam sosialisasi tersebut, sekolah dapat menerapkan syarat keikutsertaan bimbingan sebagai salah satu prosedur pengambilan ijazah. Dengan cara ini, seluruh lulusan dipastikan mendapatkan informasi yang sama.

Selain itu, sekolah perlu membangun komitmen atau janji dengan para alumni. Mereka diminta berjanji untuk memberikan respons cepat saat link survei dikirimkan oleh sekolah pada tahun berikutnya.

Peran wali kelas juga disebut sebagai ujung tombak dalam keberhasilan program ini. Wali kelas dianggap sebagai orang tua kedua di sekolah yang memiliki kedekatan emosional lebih kuat dengan siswa dan orang tua mereka.

Oleh karena itu, grup komunikasi seperti WhatsApp grup kelas 12 disarankan untuk tidak dibubarkan minimal selama satu tahun setelah kelulusan. Hal ini memudahkan sekolah dalam melakukan pemantauan dan pendampingan berkelanjutan.

Dalam hal hubungan industri, SMKN 5 Banjarmasin menekankan pentingnya strategi "door to door" atau pendekatan langsung ke perusahaan. Membangun kepercayaan industri membutuhkan kehadiran fisik dan komunikasi yang intens agar industri merasa disambut dengan baik di sekolah.

Selain urusan BKK, rombongan juga mengamati pembiasaan bahasa asing di SMKN 5 Banjarmasin. Siswa dibiasakan untuk berani berbicara bahasa Inggris dalam berbagai kesempatan, seperti saat memimpin doa atau menjadi moderator acara.

Terakhir, para tamu diajak untuk meninjau penataan lingkungan sekolah. Lingkungan yang nyaman dan tertata diyakini dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi siswa maupun guru dalam membangun peradaban di sekolah,.

Kegiatan studi tiru ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi SMKN 1 Tapin Selatan dalam mengelola lulusannya. Kolaborasi antar-SMK ini menjadi bukti pentingnya saling berbagi ilmu demi kemajuan pendidikan vokasi di Kalimantan Selatan,.

Sumber: https://youtu.be/nYBVst63dUs?si=RsRK7sJKCLM4vqjl


BAGIKAN :



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin